Home / BERITA / Tolak Eksepsi Ahok, Jaksa: Dia Merasa Paling Benar

Tolak Eksepsi Ahok, Jaksa: Dia Merasa Paling Benar

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok pada Selasa, 20 Desember kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung dengan tegas menolak semua nota keberatan yang disampaikan Ahok sebagai terdakwa, maupun kepada kuasa hukumnya.

“Dalam kesimpulan saya, tadi kami menolak kepada majelis hakim, menolak baik terhadap terdakwa maupun penasihat hukum yang telah kami uraikan alasannya tadi,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ali Mukartono usai sidang di PN Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

JPU menguraikan tanggapannya atas keberatan yang disampaikan Ahok dan kuasa hukumnya. Menurut Ali, proses hukum dalam perkara penodaan agama yang menjerat Ahok telah sesuai dengan KUHAP. Sehingga, pihaknya tak segan melimpahkannya ke pengadilan.

Menanggapi keberatan Ahok mengenai dirinya yang mengaku dizalami elit politik tertentu dalam gelaran Pilkada sebelumnya dengan menggunakan Surat Al Maidah ayat 51, tidak lah berdasar. Jaksa Ali mengatakan bila terdakwa Ahok merasa dirinya paling benar.

“Terdakwa merasa dirinya paling benar, terdakwa merasa bahwa tak ada orang yang lebih baik dari dirinya. Penyebutan bahwa terdakwa merasa paling benar, karena terdakwa menyebut adanya oknum elit politik yang pengecut, karena menggunakan ayat suci dalam pelaksanaan pilkada,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Ali, ucapan Ahok saat berada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, telah menimbulkan dinamika di masyarakat sehingga harus dibawa ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkannya. Tentu bukan lantaran adanya tekanan dari publik hingga persidangan ini digelar.

“Bukan karena tekanan massa. Terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di persidangan ini,” tegas jaksa Ali.

Ali berharap majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Dwiarso Budi Santiarto dapat mempertimbangkan penolakannya dan dijadikan acuan dalam mengambil keputusan. Sidang kasus penistaan agama ini ditunda hingga pekan depan, Selasa 27 Desember 2016 untuk membacakan putusan sela. (HR)

Baca Juga

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ahok, Sidang Berlanjut ke Ragunan

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menolak eksepsi atau nota keberatan terdakwa kasus penistaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *