Home / REVIEW BUKU / HAM & peradilan HAM

HAM & peradilan HAM

Peradilan HAM di dunia, jika ditilik dari pendiriannya, dapat dihitung hanya berjumlah kurang dari 10 (sepuluh) pengadilan. Pengadilan HAM jenis ini adalah pengadilan HAM yang berskala internasional, namun memiliki jurisdiksi terhadap tindak pidana yang dialukan di teritori tertentu, namun dapat menarik seluruh individu di belahan dunia manapun. Di dalam pendiriannya, pengadilan HAM jenis ini biasanya didirikan dengan dikeluarkannya resolusi tertentu oleh PBB. Resolusi di PBB yang dapat mendirikan pengadilan jenis ini adalah Resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB atau Majelis Umum.

Beberapa contoh pengadilan HAM yang didirikan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB serta resolusi Majelis Umum PBB adalah ICTY, ICTR, Kamar Khusus di Peradilan Kamboja, Peradilan Khusus untuk Sierra Leone, serta Peradilan khusus untuk Liberia.

Terminologi ‘Crimes Against Humanity’/’Kejahatan terhadap Kemanusiaan’ inilah yang akhirnya acap kali dipergunakan secara bersamaan, nahkan memperoleh definisi yang sama dengan Human Rights atau Hak Azasi Manusia. Jikalau HAM merupakan hak yang diperoleh oleh setiap manusia, maka kejahatan terhadap kemanusiaan adalah jenis – jenis pelanggaran, kejahatan, serta tindak pidana yang melanggar HAM.

UU HAM di Indonesia masih memberikan definisi mengenai hak-hak apa saja yang termasuk di dalam HAM, namun belum memberikan definisi mengenai tindak pidana apa saja yang termasuk sebagai pelanggaran HAM. Mengingat bahwa ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’ merupakan tindak pidana yang melanggar HAM, dan tindakan-tindakan tersebut telah secara jelas dan tegas didefinisikan di dalam berbagai statuta, maka berikut ini Penulis sajikan definisi-definisi tersebut secara kronologis.

Baca Juga

ARBITER TUNGGAL

“Baru pertama kali dalam perkara arbitase, arbiter mengundurkan diri di saat musyawarah majelis. Pengunduran diri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *