Home / REVIEW BUKU / DEPONEERING – TEORI DAN PRAKTIK

DEPONEERING – TEORI DAN PRAKTIK

Deponeering oleh Jaksa Agung Basrief  Arief dalam Tap 001/A/JA/2011 atas nama Chandra Martha Hamzah & Tap 002/A/JA2011 atas nama Bibit Samad Rianto sama sekali tidak menghapus status Bibit dan Chandra sebagai Tersangka. Hal ini berarti bahwa dugaan tindak pidana dilakukan Bibit dan Chandra masih melekat dalam diri mereka. Bahkan, putusan deponeering tersebut memberikan justifikasi yuridis bahwa keduanya memang melakukan kejahatan yang dituduhkan dan telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh pihak kejaksaan RI selaku Penyidik.

Hal ini, untuk selanjutnya menimbulkan pelbagai persoalan yang lebih serius dan kompleks mengingat Bibit dan Chandra menjabat Komisioner KPK. Bagaimana mungkin institusi KPK yang memiliki kewenangan mencegah dan memberantas korupsi justru dipimpin oleh dua Komisioner yang melakukan tindak pidana korupsi? Bagaimana mungkin KPK dapat menjaga dan mempertahankan integritas institusionalnya sebagai elemen penting dalam pemberantasan korupsi ketika dua unsur Pimpinan KPK itu masih berstatus tersangka?

Analisis yuridis yang sangat komprehensif dalam rangka menjawab persoalan-persoalan ini dibahas sangat mendalam dalam buku ini yang dapat dibaca oleh mereka yang berminat terhadap apa makna teori dan praktik Deponeering di Indonesia. 

Baca Juga

ARBITER TUNGGAL

“Baru pertama kali dalam perkara arbitase, arbiter mengundurkan diri di saat musyawarah majelis. Pengunduran diri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *