Home / REVIEW BUKU / A MAN WITH MILLION SURPRISES

A MAN WITH MILLION SURPRISES

JAKARTA, LINDO –   Prof  Dr Otto Carnelis Kaligis, SH,  MH Advokat Senior Indonesia ternyata mendapat sejuta julukan, mulai dari sejuta klien, sejuta akal, sejuta wanita sampai dengan sejuta kejutan.

Hal itu terungkap  dalam peluncuran buku otobiografinya berjudul OC Kaligis, A Man With Million Suprises. Buku ini mengisahkan sisi kehidupan pengacara gaek berusia 71 tahun tersebut. Acara peluncuran buku dilangsungkan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (19/6) yang merupakan tepat di hari ulang tahunnya.

Buku yang ditulis oleh Teguh Esha dan Donna Sita Indria dengan kata pengantar mantan Presiden BJ Habibie ini merupakan buku yang ke 82 Kaligis dengan tebal 12 Bab dan 371 halaman. Banyak kisah kesuksesannya sebagai pengacara yang selama ini belum terungkap ke publik di uraikan di buku ini mulai dari kehidupan keluarga, anak-anak serta kisah asmaranya.

“Saya heran sama Pak Kaligis, kapan nulisnya kok tiba-tiba ada buku autobiografinya, padahal setiap hari sibuk sidang dan lain-lain,” kata Jusuf Kalla (JK) ketika menyampaikan sambutannya. JK berharap buku ini dapat menjadi contoh sebagai orang yang sukses dalam kariernya.

Selain JK, hadir juga pada kesempatan tersebut antara lain Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Amir Syamsuddin, Prof Dr Muladi, Prof Hikmahanto Juwana PhD, Yan Apul Girsang, Karni Ilyas, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, artis senior Titiek Puspa, sejumlah Bupati, Gubernur, Oesman Sapta, para kliennya seperti Artalita Suryani, Prita Mulyasari dan lainnya.

Ketika ditanya soal buku yang mengangkat sisi pribadinya, pengacara dengan julukan sejuta klien, sejuta akal itu menganggap bahwa hal itu merupakan salah satu dari sebuah kejujuran. “Lebih baik saya jujur dari pada munafik. Karena saya rasa kejujuran itu punya nilai tersendiri,” ujar Kaligis.

Pengacara kondang ini mengaku, awalnya ia agak ragu menyusun biografinya tersebut, sebab terlalu banyak aib yang akan terungkap.  “Awalnya saya ragu, terlalu banyak aib yang telah saya jalani. Tapi teman-teman meyakinkan dan mendukung terutama sahabat saya, Teguh Esha. Akhirnya saya bersedia, terima kasih teman-teman,” ungkap pengacara legendaris Indonesia ini.

Di mata putrinya, Velove Vexia, judul tersebut sangat cocok untuk sosok ayahnya.  “Iya Papa termasuk orang yang penuh kejutan, banyak sekali kejutan yang Papa lakukan, mulai dari karir, keahlian, dan bisa menulis banyak buku, apalagi kasus-kasus yang ditangani Papa itu surprising, bisa dibilang beda dengan kasus-kasus yang diambil orang lain,” kata Velove Vexia kepada wartawan.

Kaligis pun menurut Velove, sering memberi kejutan di lingkungan keluarganya, “selain itu, untuk ke keluarga terutama ke saya, dia selalu kasih surprise dan kehidupannya sendiri penuh dengan surprise. Buat aku sosok Papa itu sangat mengagumkan,” imbuh Velove.

Meski memiliki jam kerja yang sibuk ditambah dengan berbagai kegiatannya, Velove mengaku kalau papanya selalu bisa menyempatkan diri untuk berkumpul bersama keluarga. “Papa itu sibuk banget, kadang untuk liat jadwalnya Papa di Jakarta dan berkumpul keluarga itu bisa dibilang nyuri-nyuri, karna biasanya setelah dari Jakarta besoknya Papa sudah harus keluar negeri lagi,” ujarnya.

Dalam bedah buku dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi (Pimred) TV One Karni Ilyas. Karni sempat berujar bahwa Kaligis bukan saja disebut sebagai manusia dengan sejuta kejutan, tapi juga sejuta akal plus sejuta asmara.

“Sisi lain Pak Kaligis yang saya kenal, dia memiliki banyak perempuan. Dia bukan lagi poligami, tapi multigami,” canda Karni yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan tetamu.

Hikmahanto yang menjadi pembedah buku itu membenarkan pernyataan Karni, bahwa Kaligis adalah manusia dengan sejuta akal. Pria yang pernah menjadi staf di kantor pengacara Kaligis itu menuturkan pengalaman saat menangani perkara aktris lawas Idha Iasha, saat akan dideportasi lantaran melanggar aturan keimigrasian.

Hikmahanto menuturkan, ketika itu Kaligis memanggil dan memintanya mempelajari kasus Ida. “Coba kamu pelajari Hik, Ida bersalah atau tidak. Lantas saya pelajari, dan saya katakan Ida memang bersalah.  Pak Kaligis lalu bilang, kamu mau jadi pengacara atau petugas imigrasi,” kenang Hikmahanto.

Hikmahanto melanjutkan, Kaligis lalu melancarkan ‘jurusnya’, yakni dengan membuat surat ke Ibu Tien Soeharto-mendiang Ibu Negara-yang isinya menuturkan keadaan Ida Iasha, ‘dipaksa’ meninggalkan Indonesia, meninggalkan suami dan anaknya, dan ditembuskan ke sejumlah instansi terkait, termasuk pihak imigrasi.

Ujungnya, lanjut Hikmahanto, pihak imigrasi memanggil Kaligis dan disepakatilah agar Ida ke luar dulu dari Indonesia, kemudian masuk lagi, dan tidak akan dipermasalahkan pemerintah.

“Makanya saya setuju, Pak Kaligis punya sejuta akal. Awalnya saya berpikir, ngapain ngirim surat ke Bu Tien? Ternyata, tembusannya itu yang penting,” kata pakar hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) ini.(ARMAN/EKO)

sumber:

http://medialiputanindonesia.com/polhukam/hukum/49755-oc-kaligis-luncurkan-buku-otobiografi-a-man-with-million-suprises.html

Buku ini bisa didapatkan di toko buku Gramedia terdekat.

Baca Juga

LEGAL WRITING ANTHOLOGY Volume 9

The legal writings published in this book is a compilation of Prof. O.C. Kaligis works …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *