Home / HEALTH / 6 KRITERIA RUMAH SEHAT UNTUK KELUARGA IMPIANMU

6 KRITERIA RUMAH SEHAT UNTUK KELUARGA IMPIANMU

Salah satu penunjang kesehatan yang sangat berpengaruh adalah kondisi rumah yang kita tinggali. Jika kondisi rumah memadai dan mendukung segala aktivitas dengan baik, maka penghuninya juga akan terhindar dari masalah kesehatan. Lain halnya jika rumah tersebut tidak dibangun dengan memperhatikan kriteria rumah sehat, maka akan memperbesar kemungkinan bahaya kesehatan bagi penghuni yang tinggal di dalamnya. Lantas, seperti apakah kriteria rumah yang sehat itu? Apakah rumah yang Anda tinggali sudah memenuhinya?

Ada banyak sekali kriteria rumah sehat, karena definisi ‘sehat’ itu sendiri sangat luas, mencakup kesehatan tubuh, pikiran, dan keharmonisan dengan lingkungan sekitar. Kali ini, kami akan menjabarkan informasi seputar kriteria rumah sehat dilihat dari aspek bangunannya.

1. Langit-langit

Langit-langit yang sehat adalah yang memiliki plafon atau yang bisa mencegah jatuhnya kotoran dari sela-sela atap. Langit-langit juga harus dirancang agar mampu menutupi lapisan atap dan mudah dibersihkan.

2. Dinding

Dinding harus mampu melindungi keamanan semua penghuni rumah. Karenanya, dinding yang baik adalah yang tegak lurus dan mampu memikul berat beban dinding itu sendiri. Dinding yang sehat dilapisi lapisan kedap air dari pondasi agar air tidak meresap naik, sehingga rumah tidak lembab, tidak rawan munculnya lumut dan bakteri.

3. Lantai

Lantai yang sehat aman dan nyaman untuk dipijak. Lantai tidak boleh licin, harus stabil, mampu menahan beban perabot rumah di atasnya, dan tidak lembab. Lantai tanah sebaiknya dihindari, agar terhindar dari penyakit saat musim hujan tiba. Permukaan lantai perlu dinaikkan minimal 20 cm, sehingga saat hujan rumah tidak akan tergenang air.

4. Tata ruang

Ada 3 komponen ruang utama yang wajib dimiliki oleh rumah sehat, yakni ruang istirahat (kamar tidur), dapur, dan kamar mandi/kakus. Untuk mengakomodasi aktivitas penghuni, kamar tidur minimal harus seluas 8 meter persegi dan tidak dihuni lebih dari 2 orang. Kamar tidur orang tua juga harus terpisah dari kamar anak, terutama anak yang sudah beranjak dewasa.

Dapur harus berupa ruangan independen yang memiliki sarana ventilasi memadai, terutama untuk menyalurkan asap masakan serta bahan bakar, agar tidak mudah terjadi kebakaran. Kamar mandi sebaiknya tidak terpisah dari bangunan utama dan memiliki minimal 1 lubang ventilasi 5% dari luas lantai.

5. Ventilasi

Ventilasi terdiri atas 2 jenis, yakni ventilasi tetap (selalu terbuka) dan ventilasi insidentil (bisa dibuka-tutup). Ventilasi tetap minimal 5% dari luas lantai, sementara ventilasi insidentil juga 5%. Jadi, total ventilasi tiap ruangan minimal 10% dari luas lantai. Sumber udara masuk harus menyalurkan udara bersih, tidak mengandung banyak polutan. Aliran udara harus cross-ventilation. Maksudnya ada saluran udara untuk masuk dan keluar, masing-masing dari dinding yang berbeda.

6. Lighting

Ada 2 sumber pencahayaan ruangan, alami dan buatan. Pencahayaan alami dikatakan baik jika saat siang hari penghuni mampu membaca tulisan berhuruf kecil dengan jelas. Untuk cahaya buatan atau yang berasal dari lampu, perlu diperhatikan pula kemampuannya dalam menghemat energi.

7. Ukuran rumah

Luas bangunan harus sesuai dengan jumlah penghuninya. Rumah dikatakan sehat jika total luas dibagi jumlah penghuninya minimal 8 m²/orang.

Selain ketujuh kriteria di atas, rumah sehat juga harus memenuhi banyak hal lain seperti ketersediaan air bersih, tingkat kebisingan, dan sebagainya. Rumah sehat juga sangat ditentukan oleh sikap penghuninya, dari segi kebersihan dan gaya hidup. Memenuhi semua kriteria tersebut memang tidak mudah, apalagi bagi kalangan menengah ke bawah yang hidup di kota besar. Tetapi, dengan memperhatikan kriteria tersebut, Anda perlu berusaha semaksimal mungkin untuk memilikinya.

Sumber:
ump.ac.id
www.academia.edu

Baca Juga

Awas, Keranjingan Medsos Pengaruhi Kesehatan Mental

Rutin menggunakan media sosial memberikan kontribusi baik bagi kesehatan mental, demikian ditemukan sebuah penelitian di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *